Peringatan Keras Iran buat Kapal yang Lewat di Luar Jalur Resmi Selat Hormuz

Virgiawan Mahardika

Peringatan Keras Iran buat Kapal yang Lewat di Luar Jalur Resmi Selat Hormuz
Peringatan Keras Iran buat Kapal yang Lewat di Luar Jalur Resmi Selat Hormuz

Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan tegas kepada semua kapal yang berlayar di Selat Hormuz untuk mematuhi rute yang telah ditentukan oleh Teheran.

Peringatan ini muncul setelah adanya pengumuman mengenai sejumlah jalur pelayaran baru yang dibuat tanpa koordinasi dengan pihak Iran, yang dianggap sebagai tindakan berbahaya dan tidak dapat diterima.

PLN Laporkan Pemulihan Sistem Kelistrikan Pulau Jawa Setelah Pemadaman

IRGC menegaskan bahwa mereka tidak akan ragu untuk mengambil tindakan terhadap kapal-kapal yang melintas di luar rute yang telah ditetapkan.

Dalam pernyataan resmi Angkatan Laut IRGC, mereka menyatakan, "Berlayar di luar rute-rute ini sangat berbahaya dan dilarang, dan kami memperingatkan semua kapal untuk benar-benar menghindari pergerakan apa pun di luar koridor yang telah ditentukan," seperti yang dikutip dari laporan CNBC.

MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Luncurkan Promo Reksa Dana hingga Rp2,5 Juta

Pada 20 Juni, sebuah kelompok informasi angkatan laut utama mengusulkan koridor pelayaran alternatif, yang meminta pemilik kapal untuk melintasi selat melalui rute selatan dengan sinyal transponder mereka menyala.

Rute ini dinyatakan bebas ranjau dan direkomendasikan oleh pihak berwenang sebagai langkah untuk meningkatkan keamanan pelayaran di wilayah tersebut.

Data lalu lintas menunjukkan adanya peningkatan jumlah kapal yang melintas di Selat Hormuz, dengan tercatat 93 armada hingga akhir pekan lalu. Namun, angka ini masih jauh di bawah tingkat sebelum konflik, di mana lebih dari 100 kapal melintasi selat setiap hari.

MarineTraffic juga melaporkan 31 penyeberangan terverifikasi pada hari Selasa oleh kapal komersial dan kapal pengangkut energi, meskipun pemilik kapal tetap menggunakan pola rute yang hati-hati.

Sebelumnya, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada Otoritas Selat Teluk Persia Iran pada bulan Mei, terkait indikasi pemerasan dalam aktivitas perdagangan maritim global.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa Washington tidak akan mentolerir sistem pengenaan tol di Selat Hormuz dan akan menargetkan secara agresif aktor-aktor yang terlibat dalam praktik tersebut.

Para analis memperingatkan bahwa segala bentuk kendali Iran atas Selat Hormuz dapat memiliki dampak jangka panjang pada aliran minyak global.

Mereka mencatat bahwa jika Teheran tetap mempertahankan kendali strategis atas jalur air tersebut, akan ada potensi penurunan arus yang signifikan melalui Selat Hormuz, yang dapat mempengaruhi stabilitas pasar energi internasional.

Tinggalkan komentar