Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyambut baik kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis di Indonesia. Kehadiran DSI diharapkan dapat mendorong profesionalisme dalam kapasitas teknis, terutama dalam menghadapi volatilitas komoditas global yang semakin meningkat.
Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik Apindo, Chandra Wahjudi, menyatakan bahwa komitmen DSI untuk merekrut profesional terbaik dari pasar merupakan sinyal positif bagi dunia usaha. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa DSI ingin bekerja secara profesional dan responsif terhadap dinamika geopolitik global yang dapat mempengaruhi sektor ekspor.
Chandra menambahkan bahwa saat ini pelaku pasar sedang menunggu realisasi dari proses rekrutmen yang dijanjikan oleh DSI. Keterbukaan dalam proses rekrutmen, profil manajemen yang kredibel, serta kebijakan yang jelas terkait benturan kepentingan menjadi hal yang sangat dinantikan oleh dunia usaha.
Ia berpandangan bahwa lembaga baru ini memiliki legitimasi yang kuat di mata pelaku usaha, asalkan seluruh mandat operasionalnya berlandaskan hukum yang jelas dan akuntabel.
Chandra juga optimis bahwa DSI memiliki kapasitas teknis untuk membantu menekan praktik under invoicing, yang merupakan salah satu perhatian utama pemerintah karena dapat merugikan pendapatan negara. DSI diharapkan dapat melakukan ini melalui integrasi data dan analitik risiko, tanpa menambah layer perizinan yang dapat membebani pelaku usaha.
Lebih lanjut, DSI diharapkan dapat menjadi penegak tata kelola niaga dengan sistem pengawasan yang efektif, terhubung langsung dengan sektor perbankan, otoritas pelabuhan, bea cukai, dan pihak terkait lainnya.
Penggabungan data lintas sektoral diharapkan mampu menutup celah yang sering dimanfaatkan oleh eksportir nakal, sehingga tidak menambah beban administratif bagi pelaku usaha yang patuh.
Mengenai kebijakan transisi yang dijadwalkan berlangsung hingga 1 Januari 2027, dunia usaha melihat pendekatan bertahap ini sebagai langkah positif. Kewajiban yang saat ini hanya berfokus pada pelaporan ekspor tanpa mengubah jalur perdagangan yang ada memberikan waktu adaptasi yang memadai bagi pelaku pasar.
Chandra menekankan pentingnya dukungan komunikasi pemerintah yang konsisten untuk menjaga stabilitas sentimen pasar.
APINDO menaruh harapan besar agar DSI dapat memposisikan diri sebagai fasilitator peningkatan daya saing ekspor nasional. Fokus utama pada integrasi data, simplifikasi proses birokrasi, serta pencapaian target cepat yang langsung dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan kinerja sektor ekspor Indonesia.












Tinggalkan komentar