Gempa Ganda Dahsyat Guncang Venezuela, Magnitudo 7,2 dan 7,5

Eniyati

Gempa Ganda Dahsyat Guncang Venezuela, Magnitudo 7,2 dan 7,5
Gempa Ganda Dahsyat Guncang Venezuela, Magnitudo 7,2 dan 7,5

Gempa bumi dahsyat melanda lepas pantai Venezuela pada Rabu malam waktu setempat, dengan magnitudo 7,2 dan 7,5. Menurut Survei Geologi AS (USGS), gempa pertama tercatat dengan magnitudo 7,1, namun kemudian direvisi menjadi 7,2.

Pusat gempa terletak di sebelah barat komunitas Moron, yang berjarak sekitar 168 kilometer dari ibu kota Caracas, pada kedalaman 22 kilometer. Gempa kedua, yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5, terjadi hanya satu menit setelah gempa pertama, dengan kedalaman 10 kilometer dan pusat gempa 16 kilometer barat daya Moron.

Finlandia Bertekad Tidak Kehilangan Peluang di Kecerdasan Buatan Setelah Nokia

USGS memperingatkan bahwa bencana ini kemungkinan akan meluas, dengan potensi korban jiwa yang tinggi dan kerusakan yang luas.

Fenomena gempa ganda ini terjadi ketika dua gempa besar dengan magnitudo hampir sama memecahkan patahan yang sama atau dua patahan yang saling terhubung dalam waktu yang sangat singkat, biasanya dengan jeda hitungan detik hingga menit. Dalam kasus Venezuela, kedua gempa terjadi dengan jeda hanya 39 detik.

Elon Musk Jadi Triliuner Pertama dalam Sejarah dengan Harta Rp 17,8 Kuadriliun

Seismolog mengklasifikasikan kejadian ini sebagai gempa ganda karena kedua gempa melepaskan energi dalam jumlah besar secara mandiri, bukan sebagai gempa susulan dari yang lain.

Gempa ganda sangat jarang terjadi, karena setelah sebuah patahan terpecah, biasanya akan melepaskan tekanan yang cukup besar untuk mencegah terjadinya retakan kuat lainnya dalam waktu dekat.

Namun, jika segmen patahan yang berdekatan berada di bawah tekanan tektonik yang sangat besar, retakan pertama dapat memindahkan tekanan tersebut ke segmen di dekatnya, sehingga memicu gempa bumi besar kedua hampir seketika.

Venezuela terletak di sepanjang salah satu batas tektonik paling aktif di Amerika Selatan, di mana Lempeng Karibia bergerak ke arah timur relatif terhadap Lempeng Amerika Selatan.

Beberapa patahan utama di wilayah ini, seperti Patahan Bocono yang membentang melintasi Pegunungan Andes Venezuela, dan Patahan San Sebastian yang berada di lepas pantai dekat Caracas, berkontribusi pada potensi terjadinya gempa besar.

Patahan-patahan ini bukanlah retakan terisolasi, melainkan rekahan saling terhubung yang terus-menerus menumpuk tekanan seiring pergerakan Lempeng Karibia sekitar dua sentimeter per tahun relatif terhadap Amerika Selatan.

Penelitian menunjukkan bahwa bagian-bagian dari batas Lempeng Karibia-Amerika Selatan masih terkunci dan mampu menghasilkan gempa yang mendekati magnitudo 8, menyoroti pentingnya infrastruktur tahan gempa dan kesiapsiagaan terhadap ancaman tsunami di wilayah tersebut.

Tinggalkan komentar