Dilansir dari Kompas.com, Samsung Display terus berinovasi dalam teknologi layar untuk perangkat extended reality (XR), termasuk kacamata augmented reality (AR) dan headset mixed reality (MR). Dalam ajang AWE USA 2026, tim Samsung Display memperkenalkan panel microdisplay RGB OLEDoS (OLED on Silicon) yang memiliki tingkat kecerahan luar biasa hingga 40.000 nit.
Angka ini jauh melampaui layar TV OLED yang biasanya berkisar antara 4.500 hingga 5.000 nit, menjadikannya salah satu panel dengan kecerahan tertinggi di pasaran saat ini.
Panel berukuran 1,3 inci ini dirancang untuk memastikan tampilan yang jelas dan tajam, bahkan dalam kondisi pencahayaan yang sangat terang. Untuk menunjukkan kemampuan panel tersebut, Samsung Display menyiapkan instalasi khusus bernama "The Big Dipper", yang menggunakan tujuh layar untuk menciptakan tampilan konstelasi bintang Biduk Besar.
Dalam demonstrasi tersebut, Samsung mengklaim bahwa kedua layar yang menggunakan teknologi RGB OLEDoS tampak lebih terang dan mampu menampilkan warna yang lebih hidup dibandingkan dengan lima layar lainnya yang digunakan dalam instalasi tersebut.
Tingkat kecerahan yang tinggi menjadi salah satu aspek krusial dalam perangkat XR, karena layar harus tetap terlihat jelas saat digunakan di bawah sinar matahari atau di ruangan dengan pencahayaan yang terang. Teknologi RGB OLEDoS yang diperkenalkan Samsung berbeda dari layar OLED konvensional, yang biasanya menggunakan filter warna.
Sebaliknya, teknologi ini memanfaatkan piksel yang memancarkan warna secara langsung, atau yang dikenal dengan istilah direct-emission pixels. Pendekatan ini diklaim oleh Samsung dapat meningkatkan efisiensi penggunaan cahaya dan daya, serta memperpanjang usia pakai panel.
Selain panel dengan tingkat kecerahan 40.000 nit, Samsung Display juga memamerkan beberapa prototipe lain yang menggunakan teknologi serupa. Salah satunya adalah panel RGB OLEDoS berukuran 0,62 inci yang memiliki tingkat kecerahan mencapai 30.000 nit, yang ditujukan khusus untuk kacamata AR.
Selain itu, Samsung juga menunjukkan headset mixed reality (MR) yang memanfaatkan teknologi layar tersebut, termasuk layar fleksibel yang dapat direnggangkan dan layar light field 3D yang dapat menampilkan efek tiga dimensi tanpa memerlukan kacamata khusus.
Demonstrasi berbagai prototipe ini menunjukkan keseriusan Samsung dalam mengembangkan teknologi visual generasi berikutnya, terutama di saat pasar XR mulai menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.












Tinggalkan komentar