APRIL Group Didorong untuk Tanggapi Isu Lingkungan oleh Banyak Organisasi Masyarakat Sipil

Zeko Arabian

APRIL Group Didorong untuk Tanggapi Isu Lingkungan oleh Banyak Organisasi Masyarakat Sipil
APRIL Group Didorong untuk Tanggapi Isu Lingkungan oleh Banyak Organisasi Masyarakat Sipil

APRIL Group menjadi sorotan banyak organisasi masyarakat sipil setelah menunjuk PT Industrial Forest Plantation (IFP) dan PT Mayawana Persada sebagai pemasok baru bahan baku kayu. Kedua perusahaan tersebut dinilai memiliki rekam jejak yang buruk terkait deforestasi dan konflik lingkungan.

Sorotan terhadap APRIL muncul dalam konferensi pers yang berlangsung di Cikini, Jakarta Pusat, pada Selasa, 23 Juni 2026. Konferensi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Auriga Nusantara, Greenpeace Indonesia, Save Our Borneo, dan LinkAR Borneo, yang secara langsung mengekspresikan keprihatinannya.

ITDC Dilaporkan ke KPK Diduga Rugikan Negara Miliaran di Proyek Mandalika

Vicky Soerjono, Staf Komunikasi dan Advokasi Auriga Nusantara, menilai keputusan APRIL menunjuk kedua perusahaan itu tidak sejalan dengan komitmen lingkungan yang seharusnya dijaga. Dalam pernyataannya, Vicky meminta APRIL untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

Dia menjelaskan bahwa kebijakan internal perusahaan yang baru diharapkan tidak memperburuk isu deforestasi. Menurutnya, langkah yang diambil APRIL justru berpotensi menambah konflik lingkungan yang sudah ada.

Nadiem Makarim Jalani Sidang Terakhir Sebelum Putusan Majelis Hakim

Pihak Greenpeace Indonesia juga mengungkapkan keprihatinan serupa, menyerukan agar APRIL membawa perubahan positif dalam praktik bisnisnya. Hal ini penting untuk menjaga kelestarian hutan dan hak masyarakat sekitar.

Konferensi pers ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran yang semakin meningkat mengenai dampak kegiatan perusahaan terhadap lingkungan. Aktivitas deforestasi yang berkepanjangan, terutama oleh perusahaan-perusahaan yang dinilai terlibat, dianggap mengancam ekosistem dan masyarakat lokal.

Auriga Nusantara, sebagai salah satu organisasi yang terlibat dalam acara ini, telah lama memonitor dampak perusahaan-perusahaan kayu terhadap lingkungan. Mereka menekankan pentingnya transparansi dalam praktik bisnis untuk memastikan keberlanjutan.

APRIL Group harus menghadapi desakan dari publik dan organisasi masyarakat sipil untuk berkomitmen dalam perlindungan lingkungan. Keputusan terkait pemasok baru dapat menjadi momen krusial bagi APRIL untuk menunjukkan integritas perusahaan dalam menjaga keberlanjutan hutan.

Tinggalkan komentar