Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun untuk Atasi Lonjakan Harga Energi

Virgiawan Mahardika

Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun untuk Atasi Lonjakan Harga Energi
Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 Triliun untuk Atasi Lonjakan Harga Energi

Pemerintah Indonesia mengumumkan paket stimulus ekonomi sebesar Rp 26,34 triliun untuk meredam dampak lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah. Stimulus ini juga bertujuan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat agar tetap berjalan.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa arahan ini berasal dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian pada tanggal 22 Juni, Airlangga menyebutkan bahwa sebagian besar stimulus sudah disampaikan setelah rapat koordinasi.

Prabowo Instruksikan PLN Percepat Atasi Masalah Listrik Nasional

Stimulus ini mencakup beberapa sektor, di antaranya insentif transportasi, anggaran magang dan vokasi, serta bantuan pangan.

Airlangga merincikan bahwa dari total Rp 26,34 triliun tersebut, sekitar Rp 2,04 triliun dialokasikan untuk insentif transportasi, Rp 6,26 triliun untuk anggaran magang dan vokasi, dan Rp 18,04 triliun untuk bantuan pangan.

PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Pulau Jawa Pulih, Pemadaman Diminimalisir

Dalam pilar pertama, stimulus ini juga mencakup kebijakan insentif pajak bagi penulis nasional dengan tarif khusus PPh Final Royalti sebesar 1,5%. Untuk mendorong mobilitas masyarakat, pemerintah memberikan diskon 30% untuk tiket Kereta Api dan Kapal Pelni selama periode libur sekolah dan Natal-Tahun Baru.

Pemerintah menargetkan 3 juta penumpang untuk periode libur sekolah dan 2,8 juta penumpang untuk periode Natal-Tahun Baru. Selain itu, insentif angkutan juga berlaku untuk penerbangan domestik dengan alokasi anggaran Rp 472,7 miliar.

Pilar kedua dari stimulus ini berfokus pada program magang dan pelatihan vokasi bagi 150.000 fresh graduate perguruan tinggi yang akan dimulai pada bulan Juli. Anggaran sebesar Rp 4,14 triliun disiapkan untuk program tersebut, yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Kemudian, Rp 2,12 triliun disiapkan untuk pelatihan vokasi, yang ditujukan kepada 220.000 lulusan SMK dan 50.000 pekerja yang terdampak PHK. Pilar ketiga mencakup bantuan pangan untuk masyarakat yang terdampak.

Pemerintah akan mendistribusikan bantuan beras 10 kg kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat selama tiga bulan. Anggaran yang dialokasikan untuk ini diperkirakan mencapai Rp 17,54 triliun. Selain itu, ada juga bantuan stabilisasi harga kedelai untuk pengrajin tahu dan tempe.

Tinggalkan komentar