Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan program diskon tarif transportasi massal senilai Rp1,54 triliun untuk periode libur sekolah dan Natal serta Tahun Baru 2026/2027. Diskon ini mencakup potongan harga tiket kereta api, kapal laut, dan subsidi untuk penerbangan hingga 30 persen.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi publik. Dengan stimulus fiskal ini, diharapkan dapat mengurangi beban biaya perjalanan masyarakat dan mendorong pergerakan orang untuk mendongkrak aktivitas ekonomi.
Dudy menjelaskan, selama libur sekolah, akan ada diskon 30 persen bagi tiket kereta api dari 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Rasionalitas diskon ini diharapkan menguntungkan para penumpang dan mendorong penggunaan transportasi massal.
Untuk moda laut, PT Pelni juga akan menyediakan diskon 30 persen dari tarif dasar selama periode yang lebih panjang, yakni dari 20 Juni hingga 15 Agustus 2026. Ini menjadi kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat saat liburan.
Selain tiket kereta dan kapal, pengguna jasa penyeberangan juga akan mendapatkan keuntungan. Mereka akan dibebaskan dari biaya tarif jasa kepelabuhanan ASDP yang berlaku untuk periode yang sama, yaitu dari 20 Juni hingga 5 Juli 2026.
Dudy Purwagandhi menekankan, “Stimulus ini tidak hanya meringankan biaya perjalanan masyarakat, tetapi juga berfungsi untuk meningkatkan mobilitas selama periode liburan.”
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat sektor transportasi yang berperan penting dalam ekonomi nasional. Dengan adanya diskon dan subsidi, pemerintah berharap dapat merangsang pertumbuhan ekonomi selama periode liburan.












Tinggalkan komentar