Ribuan Insinyur Meta Laporkan Frustrasi Terkait Pengembangan AI Zuckerberg

Eniyati

Juni 22, 2026

2
Min Read
Ribuan Insinyur Meta Laporkan Frustrasi Terkait Pengembangan AI Zuckerberg
Ribuan Insinyur Meta Laporkan Frustrasi Terkait Pengembangan AI Zuckerberg

Karyawan tim Applied AI Meta melaporkan ribuan insinyur merasa frustrasi dengan kondisi kerja mereka, seiring ambisi besar perusahaan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Laporan ini pertama kali diungkapkan oleh Wired pada 19 Juni 2026.

Situasi memanas ketika seorang karyawan melakukan sabotase pada presentasi internal yang disiarkan langsung untuk karyawan. Karyawan itu menunjukkan kemarahan secara terbuka dan meminta agar peserta menyampaikan pesan tidak pantas kepada eksekutif senior AI Meta.

Sebuah insiden dalam acara tersebut melibatkan seorang presenter yang dilaporkan menutup wajahnya dengan tangan akibat ketegangan yang terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa ketidakpuasan di dalam tim Applied AI telah mencapai titik kritis.

Menurut laporan, ambisi Mark Zuckerberg untuk mengembangkan AI di Meta membuat para insinyur merasa tertekan. Banyak di antara mereka yang merasa tujuan perusahaan tidak selaras dengan kenyataan yang dihadapi di lapangan.

Sejak beberapa waktu lalu, ada kekhawatiran di kalangan insinyur mengenai ekspektasi dan beban kerja yang meningkat. Mereka merasa tidak hanya berjuang untuk memenuhi target, tetapi juga menghadapi tantangan internal yang serius di dalam tim mereka.

Insiden ini bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya, juga terdengar kabar bahwa banyak insinyur mengeluhkan komunikasi yang buruk dan kurangnya dukungan dari manajemen. Ini menyebabkan ketidakpuasan yang meluas di antara para karyawan.

Meta, yang dikenal dengan inovasi dalam teknologi, saat ini berada dalam tekanan untuk memimpin pasar AI. Namun, ada laporan yang menunjukkan bahwa beberapa insinyur merasa terisolasi dan tidak didengar dalam konteks pengembangan ini.

Dalam sebuah pernyataan, seorang juru bicara Meta menyatakan bahwa mereka selalu berupaya memberikan lingkungan kerja yang positif dan mendukung bagi semua karyawan. Meskipun begitu, insiden sabotase tersebut menimbulkan tren negatif di dalam tim.

Kisah ini menggambarkan tantangan yang dihadapi Meta dalam mengelola sumber daya manusia di tengah ambisi besar mereka. Jelas, situasi ini akan memerlukan perhatian serius dari manajemen untuk menjaga moral karyawan dan efektivitas tim.

Tinggalkan komentar