China Mulai Perketat Ekspor Indium, Memicu Kekhawatiran Global pada Chip AI

Eniyati

Juni 21, 2026

2
Min Read
China Mulai Perketat Ekspor Indium, Memicu Kekhawatiran Global pada Chip AI
China Mulai Perketat Ekspor Indium, Memicu Kekhawatiran Global pada Chip AI

China mulai memperketat pengawasan terhadap ekspor logam indium sejak 19 Juni 2026. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran pasar global bahwa akan ada pembatasan perdagangan yang lebih ketat di masa mendatang.

Indium merupakan bahan baku utama dalam produksi indium phosphide, yang penting untuk pembuatan chip optik berkecepatan tinggi. Chip ini berperan krusial dalam pengoperasian pusat data (data center) Kecerdasan Buatan (AI) berskala besar.

Secara teknis, logam indium mentah tidak termasuk dalam daftar kontrol ekspor resmi China. Namun, sejak Februari 2025, pemerintah Beijing telah mendaftarkan produk turunannya yang penting, yakni indium phosphide, dalam daftar pembatasan.

Akibat pengetatan ini, para pembeli internasional mulai merasakan dampaknya di lapangan. China menguasai hampir 70% pasokan indium dunia, yang membuat negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, dalam posisi tidak menguntungkan.

Pemerintah AS mengidentifikasi ketergantungan pasokan indium sebagai titik kerentanan strategis yang dapat memengaruhi keamanan dan kemajuan teknologi mereka. Untuk mengatasi hal ini, militer AS mulai bergerak.

Awal tahun ini, Badan Logistik Pertahanan AS (Defense Logistics Agency/DLA) mengajukan proposal untuk memborong dan menimbun cadangan logam tersebut. Mereka menargetkan akuisisi hingga 403 ton indium dalam periode tiga tahun ke depan.

Manuver pengetatan ini menjadi sinyal kuat bahwa perang dingin teknologi antara AS dan China semakin memburuk, terutama dalam penguasaan material logam langka. DetikINET mengutip perkembangan ini dari Reuters pada Minggu, 21 Juni 2026.


Note:

Referensi sumber: inet.detik.com. untuk menjamin informasi yang kami sajikan dari sumber terpercaya.

Tinggalkan komentar