Spanyol ditahan imbang oleh Tanjung Verde pada laga pertama Piala Dunia 2026. Hasil ini mengecewakan mengingat Spanyol merupakan tim terkuat di Grup H, sedangkan Tanjung Verde adalah tim debutan dengan peringkat rendah.
Hasil tersebut memunculkan kekhawatiran tentang kemampuan Spanyol untuk melewati tantangan melawan Arab Saudi dan Uruguay, yang diprediksi memiliki kualitas lebih baik. Pertandingan berikutnya melawan Arab Saudi di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada Minggu malam (21/6/2026), menjadi krusial bagi Spanyol.
Gagal meraih kemenangan dalam laga tersebut dapat menambah tekanan bagi tim menjelang pertandingan terakhir fase grup melawan Uruguay, yang diharapkan menjadi saingan terberat Spanyol dalam grup ini.
Mantan bek nasional Spanyol dan Real Madrid, Fernando Hierro, meyakini bahwa tim yang dilatih oleh Luis de la Fuente akan mampu melewati situasi ini. Menurutnya, meski tekanan mungkin semakin besar, karakter tim sangat kuat dan memadukan keberanian, arogansi, serta sikap cuek.
Hierro menambahkan bahwa tim Spanyol sangat fleksibel secara taktik. “Saya suka karakter mereka. Mereka menghadapi setiap pertandingan sama, terlepas dari lawan, termasuk di semifinal atau final Euro,” ujarnya di situs FIFA.
Pemain seperti Rodri, menurut Hierro, memiliki kemampuan menjaga penguasaan bola, merubah tempo permainan, dan melakukan penetrasi ke ruang-ruang kosong. Tim dianggap sangat seimbang dalam pendekatan mereka.
“Mereka tidak terikat pada satu strategi tertentu, jadi sangat fleksibel. Mereka bisa mengubah pola, berganti formasi, dan mengubah pendekatan di tengah pertandingan, yang berarti mereka bermain dengan kepercayaan diri tinggi,” imbuhnya.
Dengan hasil imbang ini, kesempatan Spanyol di Piala Dunia 2026 tampaknya lebih kompleks. Mereka perlu segera memperbaiki performa untuk menghindari eliminasi di fase grup.
Referensi sumber: sport.detik.com. untuk menjamin informasi yang kami sajikan dari sumber terpercaya.












Tinggalkan komentar