Revitalisasi Bandara Internasional Minangkabau Butuh Rp 693 Miliar

Virgiawan Mahardika

Juni 21, 2026

2
Min Read
Revitalisasi Bandara Internasional Minangkabau Butuh Rp 693 Miliar
Revitalisasi Bandara Internasional Minangkabau Butuh Rp 693 Miliar

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) sedang melaksanakan revitalisasi Bandara Internasional Minangkabau di Padang dengan biaya mencapai Rp 693 miliar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan standar pelayanan serta kenyamanan pengguna jasa bandara.

General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, menjelaskan bahwa beautifikasi mencakup pembaruan estetika interior, penataan area komersial, dan peningkatan fasilitas di dalam terminal. Dony menyatakan, perubahan ini diharapkan dapat memperkuat identitas Sumatera Barat.

Dony menekankan, "Kami ingin Bandara Internasional Minangkabau tidak hanya tempat naik dan turun dari pesawat, tetapi juga menjadi etalase budaya yang ramah, modern, dan membanggakan bagi masyarakat Sumatera Barat." Hal ini disampaikan di Bandara Internasional Minangkabau pada Jumat, 19 Juni 2026.

Biaya revitalisasi untuk terminal penumpang terdiri dari Rp 553 miliar yang sudah disepakati dalam perjanjian, serta Rp 140 miliar yang belum dilelang khusus untuk beautifikasi. Sumber pendanaan berasal dari internal perusahaan.

Dony menambahkan, "Anggarannya dalam adendum 8 sudah Rp 553 miliar, tetapi ini sedang dalam tahap pendampingan oleh kejaksaan."

Program revitalisasi memiliki empat fokus utama. Pertama, sentuhan budaya Minangkabau yang modern melalui transformasi visual interior, menggabungkan arsitektur modern dengan motif tradisional seperti ukiran Kaluak Paku dan Pucuak Rebung.

Kedua, peningkatan fasilitas dan kenyamanan dengan memperbarui area tunggu, optimalisasi suasana, dan memperbaiki fasilitas toilet agar memenuhi standar global.

Ketiga, penataan alur penumpang dengan menata ulang tata letak area check-in dan komersial agar pergerakan penumpang lebih lancar dan bebas hambatan. Keempat adalah penyediaan area hijau di dalam terminal dengan menambahkan elemen lanskap hijau di lokasi strategis untuk menciptakan suasana yang sejuk dan menenangkan.

Dony mengungkapkan target penyelesaian beautifikasi dan revitalisasi pada triwulan I-2027. Seluruh tahapan beautifikasi dikelola untuk tidak mengganggu operasional penerbangan atau kenyamanan penumpang, dengan area kerja fisik disekat rapi dan pekerjaan berat dilakukan saat jam sepi penerbangan.

Dengan wajah baru, Bandara Internasional Minangkabau ditargetkan dapat menampung sekitar 5,7 juta penumpang per tahun, jauh meningkat dari 2,7 juta penumpang sebelumnya.

Dony menambahkan, rencana induk mencakup tambahan pembangunan hotel dan golf course pada tahun 2036, tergantung dari jumlah lalu lintas penumpang di masa mendatang.


Catatan sumber artikel

Artikel informasi ini dari sumber: finance.detik.com. Sebelum diterbitkan, isinya sudah diperiksa dua kali oleh penulis dan editor kami agar informasinya dijamin benar.

Tinggalkan komentar