Tim nasional Turki sudah angkat koper dari Piala Dunia 2026 setelah menelan dua kekalahan beruntun. Ironisnya, meskipun menjadi tim dengan jumlah tembakan terbanyak, Turki tidak berhasil mencetak gol.
Dalam laga melawan Paraguay pada 20 Juni 2023, Turki kalah 0-1 di matchday kedua Grup D. Gol cepat yang dicetak oleh Galarza di menit kedua tidak dapat disamakan oleh para pemain Turki.
Sebelumnya, tim asuhan Vincenzo Montella juga kalah 0-2 dari Australia. Dengan hasil ini, peluang Turki untuk lolos ke babak 32 besar sudah tertutup, meskipun mereka masih dijadwalkan menghadapi Amerika Serikat pada 26 Juni mendatang.
Meskipun kalah, Turki sebenarnya tampil cukup dominan. Di pertandingan kontra Paraguay, mereka melepaskan 32 tembakan, lima di antaranya mengarah ke gawang. Salah satu tembakan bahkan mengenai tiang gawang, dan mereka menguasai 78 persen bola.
Paraguay bermain dengan sepuluh orang sejak akhir babak pertama setelah Almiron menerima kartu merah. Namun, dominasi ini tidak berbuah gol untuk Turki.
Di laga sebelumnya melawan Australia, Turki juga menunjukkan performa yang serupa. Mereka melepaskan 28 tembakan, dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang, dan memiliki 63 persen penguasaan bola. Total, Turki mencatatkan 60 tembakan dalam dua pertandingan, tanpa satupun menjadi gol.
Arda Guler menjadi sorotan dalam statistik pemain, dengan sembilan tembakan dalam dua laga yang telah dijalaninya. Namun, semua upaya ini tidak cukup untuk membawa timnya meraih keberhasilan.
Pada akhirnya, meskipun mendominasi secara statistik, hasil akhir di lapangan tetap menunjukkan bahwa dominasi tidak menjamin kemenangan di Piala Dunia, yang dikenal penuh dengan kejutan.
Artikel informasi ini dari sumber: sport.detik.com. Sebelum diterbitkan, isinya sudah diperiksa dua kali oleh penulis dan editor kami agar informasinya dijamin benar.











Tinggalkan komentar