Acara kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran Solo diwarnai kontroversi setelah seorang pria, Rahadian M Saputra, mengenakan kebaya. Tindakannya dianggap melecehkan budaya dan memicu perdebatan di media sosial.
Kontroversi ini berawal dari unggahan konten kreator Paola Serena yang menampilkan foto bersama Rahadian. Foto-foto tersebut menunjukkan mereka mengenakan kebaya, yang menimbulkan kecaman dari publik.
Salah satu akun di media sosial, @mbulnyandul, menyoroti hal ini dengan meminta agar Rahadian ditegur, menekankan bahwa acara sakral seharusnya tidak dijadikan ajang bergaya.
GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo, Ketua Panitia Penyelenggara 1 Suro Be 1960 Mangkunegaran, memberikan tanggapan mengenai situasi tersebut. Ia menyatakan pihaknya tidak memberikan izin penggunaan busana di luar ketentuan yang telah ditetapkan.
Dalam undangan acara, sudah jelas dinyatakan bahwa pria diharuskan mengenakan busana adat Jawa, seperti beskap berwarna hitam dan keris di bagian belakang. Gusti Sura menekankan pentingnya mengikuti panduan tata busana yang disampaikan.
Setelah perdebatan di media sosial, Rahadian melalui akun Instagram menyampaikan permohonan maaf. Ia mengakui kesalahannya dalam mengenakan busana wanita pada acara tersebut.
“Saya Rahadian M Saputra, mengakui kesalahan saya. Keputusan mengenakan busana wanita ini dilakukan dengan kesadaran penuh,” ujarnya dalam video klarifikasi.
Rahadian juga mengungkapkan bahwa ia bertanggung jawab atas tindakannya dan menyadari telah menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap nilai-nilai, adat, dan budaya Jawa. Ia berharap situasi ini dapat menjadi pelajaran bagi dirinya dan orang lain.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga penghormatan terhadap budaya dalam setiap kesempatan. Diskusi publik seputar momen ini menyoroti kerentanan nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman.
Artikel informasi ini dari sumber: viva.co.id. Sebelum diterbitkan, isinya sudah diperiksa dua kali oleh penulis dan editor kami agar informasinya dijamin benar.












Tinggalkan komentar