Iran Mengeluhkan Perlakuan di Piala Dunia 2026, AS Siap Diskusi

Gilang Priambodo

Juni 20, 2026

2
Min Read
Iran Mengeluhkan Perlakuan di Piala Dunia 2026, AS Siap Diskusi
Iran Mengeluhkan Perlakuan di Piala Dunia 2026, AS Siap Diskusi

Timnas Iran merasa dirugikan setelah melakoni laga perdananya di Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru. Usai pertandingan, mereka diminta segera meninggalkan AS dan kembali ke Meksiko, yang menjadi markas sementara mereka. Hal ini menambah beban bagi tim yang telah menghadapi berbagai kesulitan.

Pelatih Amir Ghalenoei menegaskan, timnya adalah yang paling menderita di Piala Dunia 2026. Iran juga mengalami masalah terkait visa, yang mengakibatkan beberapa anggota tim tidak bisa ikut serta dalam turnamen akibat penolakan untuk masuk ke AS.

Federasi Sepakbola Iran (FFIRI) telah menyampaikan keluhan terkait perlakuan tersebut.

FFIRI menganggap, timnya diperlakukan berbeda dibandingkan dengan 47 negara peserta lainnya dan mengancam akan melaporkan situasi ini kepada FIFA. Merespons keluhan Iran, Andrew Giuliani, utusan Donald Trump untuk Piala Dunia 2026, menyatakan bahwa pihaknya terbuka untuk berdiskusi mengenai masalah tersebut.

Giuliani kepada Telegraph Sport mengatakan, "Semuanya bersifat dinamis, dan hal-hal ini bisa dibahas. Kami ingin menciptakan persaingan yang adil di lapangan." Ia juga menyatakan bahwa setiap pelatih telah memiliki visa untuk hadir di turnamen.

Presiden Donald Trump juga berupaya memastikan bahwa turnamen mencapai keseimbangan kompetitif dan keberadaan pihak-pihak yang bermasalah tidak ada di negara tersebut. Giuliani menambahkan bahwa semua persetujuan berkaitan dengan kedatangan tim telah dibahas dengan Iran dan FIFA selama berbulan-bulan.

Jelang pertandingan kedua melawan Belgia, Iran kembali mengungkapkan ketidakpuasan karena tidak diperbolehkan datang dua hari sebelum laga yang dijadwalkan berlangsung di Los Angeles. Giuliani menegaskan, hal tersebut merupakan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

"Mengenai pertandingan melawan Belgia, tim Iran akan tiba satu hari sebelumnya. Segala sesuatu bersifat dinamis dan dapat berubah," tambah Giuliani. Ia juga mengindikasikan kemungkinan Iran dan AS bertemu di babak selanjutnya jika keduanya lolos dari grup.

"Ada kemungkinan mereka kembali bertanding di Seattle jika lolos ke babak 32 besar," ujarnya. Ia menekankan pentingnya mengikuti perkembangan situasi ini di Piala Dunia 2026.


Catatan sumber artikel

Artikel informasi ini dari sumber: sport.detik.com. Sebelum diterbitkan, isinya sudah diperiksa dua kali oleh penulis dan editor kami agar informasinya dijamin benar.

Tinggalkan komentar