AISMOLI Desak Pemerintah Tetapkan Insentif Motor Listrik Minimal Tiga Tahun

Mesti Musialah

AISMOLI Desak Pemerintah Tetapkan Insentif Motor Listrik Minimal Tiga Tahun
AISMOLI Desak Pemerintah Tetapkan Insentif Motor Listrik Minimal Tiga Tahun

Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) melontarkan pandangan kritis mengenai pola pemberian insentif kendaraan listrik yang selama ini dinilai terlalu singkat. Dalam pernyataannya, AISMOLI mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan insentif dengan masa berlaku minimal tiga tahun.

Hal ini dianggap penting untuk memberikan kepastian bagi konsumen, pelaku industri, dan investor di Indonesia.

Kesemrawutan Lalu Lintas di Jalan Mayjen Sutoyo Cawang Jakarta Timur

Public Relations & Event Executive AISMOLI, Riniwaty Sinaga, menegaskan bahwa kebijakan insentif sebaiknya tidak hanya berlaku selama satu tahun. Menurutnya, stabilitas regulasi menjadi kunci utama agar ekosistem kendaraan ramah emisi dapat tumbuh secara maksimal.

"Kami berharap kebijakan ini dirancang secara multi-years agar memberikan kepastian bagi konsumen, industri, dan investor," kata Riniwaty, dikutip pada Rabu (24 Juni 2026). Ia juga menambahkan bahwa regulasi teknis perlu disiapkan sejak awal agar program dapat segera berjalan setelah aturan diterbitkan.

Denza Perkenalkan Model SUV Terbaru, Denza B8, dengan Desain Kokoh dan Modern

AISMOLI memandang masa berlaku insentif selama tiga tahun sebagai target yang realistis, karena berada dalam periode pemerintahan yang sama. Kepastian durasi ini diharapkan mampu memicu kepercayaan pasar yang lebih kuat dibandingkan kebijakan yang berubah setiap tahun. "Kita usulkan minimal tiga tahun," ujarnya.

Riniwaty menjelaskan bahwa pemberlakuan insentif dengan durasi kurang dari tiga tahun belum mampu menciptakan volume pasar yang kuat. Tanpa intervensi pemerintah yang konsisten dalam jangka panjang, ekosistem kendaraan listrik sulit berkembang secara mandiri.

AISMOLI bahkan menilai masa berlaku selama lima tahun jauh lebih ideal agar industri dapat bertumbuh secara berkelanjutan. "Idealnya lima tahun untuk mencapai volume pertumbuhan organik," tutur Riniwaty. Selain durasi, asosiasi tersebut juga meminta pemerintah untuk mematangkan regulasi teknis sejak awal.

Langkah ini penting agar implementasi subsidi tidak terhambat oleh kendala administratif saat aturan resmi diterbitkan. AISMOLI menyatakan kesiapannya untuk bersinergi jika kebijakan baru segera diumumkan dalam waktu dekat. "Kami selalu siap mendukung apabila pemerintah mengumumkan dalam waktu dekat untuk diimplementasikan," katanya.

Saat ini, pemerintah berencana kembali mengucurkan subsidi sebesar Rp5 juta untuk setiap pembelian sepeda motor listrik baru. Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur skema tersebut ditargetkan rampung pada Juli 2026 guna mempercepat adopsi kendaraan rendah emisi di kota-kota besar Indonesia.

Sebelumnya, kebijakan serupa hanya berdurasi satu tahun, yang dinilai kurang efektif menciptakan efek domino bagi industri otomotif nasional.

Tinggalkan komentar