Sejumlah perangkat Apple, termasuk iPhone XR dan iPhone 11, memiliki celah keamanan yang tidak dapat diperbaiki melalui pembaruan iOS. Hal ini diungkap oleh perusahaan keamanan siber Paradigm Shift pada 18 Juni 2026.
Paradigm Shift merilis proof of concept (PoC) bernama usbliter8, yang menunjukkan eksploitasi terhadap celah keamanan ini. Celah tersebut mempengaruhi perangkat menggunakan chip A12 dan A13, termasuk iPhone XR, iPhone XS, iPhone XS Max, dan iPhone 11 series.
Selain itu, chip A12X dan A12Z yang digunakan pada iPad Pro tahun 2018 dan 2019 juga berpotensi terdampak. Namun, implementasi untuk iPad Pro belum dikonfirmasi, sehingga cakupannya masih tidak pasti.
Celah keamanan ini menjadi sorotan karena terletak di SecureROM atau BootROM, yang merupakan kode dasar yang dijalankan saat perangkat dinyalakan. Hal ini membuat celah ini lebih sulit untuk diperbaiki.
Menurut laporan, jika seorang pengguna memiliki perangkat yang terpengaruh, mereka berpotensi mengalami risiko yang lebih tinggi terhadap serangan. Serangan dapat dilakukan dengan memanfaatkan celah yang ada tanpa memerlukan akses langsung ke perangkat.
Paradigm Shift menyarankan agar pengguna perangkat yang terpengaruh mempertimbangkan untuk meningkatkan keamanan mereka. Meski Apple tidak dapat memperbaiki masalah ini, perusahaan tetap berupaya memperbarui perangkat lain dan memberikan informasi terkait keamanan.
Kejadian ini mengingatkan kembali akan pentingnya menjaga perangkat teknologi agar tetap aman. Keberadaan celah keamanan yang tidak 'terselesaikan' seperti ini bisa mengganggu kepercayaan pengguna terhadap produk teknologi.












Tinggalkan komentar