Angka penipuan online di Indonesia meningkat signifikan. Hingga 30 April 2026, Indonesia Anti Scam Center (IASC) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 549.074 laporan penipuan dengan total kerugian mencapai Rp 9,5 triliun.
Ketua Dewan Komisioner OJK Frederica Widyasari Dewi mengungkapkan, total kerugian yang dilaporkan masyarakat merupakan dampak serius dari penipuan di dunia digital. "Yang sudah dilaporkan hilang itu Rp 9,5 triliun, banyak ya," ujar Frederica.
Menanggapi perkembangan tersebut, dompet digital DANA meluncurkan Posko Bantuan Keliling. Program ini bertujuan memberikan solusi cepat bagi pengguna DANA yang mengalami kendala transaksi serta memberikan edukasi mengenai keamanan transaksi digital.
Posko Bantuan Keliling akan mengunjungi 35 lokasi di seluruh Indonesia selama tahun 2026 dan 2027, menjangkau kota-kota besar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara. Targetnya, posko ini dapat menjangkau 50.000 pengguna secara luring dan 1 juta pengguna secara daring.
Posko beroperasi setiap hari kerja dari pukul 09.00 hingga 15.00 dan terbuka untuk umum tanpa biaya.
DANA juga menyediakan akses untuk pengguna yang tidak dapat mengunjungi lokasi fisik melalui sesi Live Streaming setiap Rabu pukul 15.00–16.00 WIB pada aplikasi DANA serta platform media sosial seperti Instagram dan TikTok DANA Indonesia.
Selama sesi live streaming, masyarakat dapat mengajukan keluhan dan mendapatkan solusi langsung. Untuk mengikuti sesi ini, pengguna perlu memiliki nomor tiket aduan yang dapat diperoleh melalui Chatbot DIANA.
Setelah memperoleh nomor tiket, pengguna dapat menonton live streaming dan mengikuti petunjuk untuk menyampaikan keluhannya. Tim DANA akan memproses aduan tersebut dan memberikan informasi melalui DIANA.
Dengan berbagai saluran bantuan yang ditawarkan, DANA berharap dapat meningkatkan kepercayaan pengguna dan membuat transaksi digital semakin aman dan nyaman.












Tinggalkan komentar