EMMI Bidik Dana IPO Rp 269 Miliar, MDKA Rencanakan Private Placement dan BIRD Bagikan Dividen

Virgiawan Mahardika

Juni 22, 2026

2
Min Read
EMMI Bidik Dana IPO Rp 269 Miliar, MDKA Rencanakan Private Placement dan BIRD Bagikan Dividen
EMMI Bidik Dana IPO Rp 269 Miliar, MDKA Rencanakan Private Placement dan BIRD Bagikan Dividen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,08% ke angka 6.177,14 pada perdagangan Jumat, 19 Juni 2026. Penguatan ini didorong oleh saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengalami pelemahan. Investor asing melakukan aksi jual bersih dengan total mencapai Rp3,14 triliun di pasar reguler dan Rp3,19 triliun di seluruh pasar.

Lima sektor saham menutup hari dengan hasil positif, dipimpin sektor infrastruktur yang naik 1,61%. Sedangkan sektor properti mencatatkan penurunan terbesar sebesar 1,86%. Pasar saham AS juga tidak beroperasi pada hari yang sama karena libur Juneteenth National Independence Day.

Pekan ini, perhatian beralih kepada data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) serta revisi final pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS. Data tersebut dipandang penting untuk memahami kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

EMMI memulai masa penawaran awal atau book building pada 22-24 Juni 2026. Perseroan yang bergerak di bidang distribusi alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kesehatan tersebut menargetkan pengumpulan dana hingga Rp269,27 miliar. Kisaran harga penawaran ditetapkan antara Rp446 hingga Rp515 per saham.

EMMI berencana menggunakan dana hasil IPO, sekitar Rp50 miliar untuk pembayaran sebagian pinjaman. Sebanyak 11,8% dana akan dialokasikan untuk pembangunan fasilitas pabrik di Cikupa, sedangkan 68,7% sisanya untuk proyek barang serta pengadaan bahan baku.

MDKA merencanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) IV melalui penerbitan maksimal 2,44 miliar saham baru, sekitar 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan ditetapkan minimal 90% dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa.

Porsi sekitar 30% dari dana hasil PMTHMETD akan digunakan untuk modal kerja, sementara 70% SOP akan digunakan mendukung ekspansi usaha. Rencana ini masih menunggu persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Juni 2026.

BIRD akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp166 per saham, totalnya Rp415,35 miliar, setara dengan 65,35% dari laba bersih.

Selama 2025, BIRD membukukan pendapatan Rp5,71 triliun, naik 13,2% dibanding tahun sebelumnya, dan laba bersih Rp643,41 miliar, meningkat 8,56%.

Harga saham BIRD pada penutupan perdagangan 19 Juni 2026 tercatat di Rp1.675 per saham. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 30 Juni 2026, dan dividen dijadwalkan dibayarkan kepada pemegang saham pada 10 Juli 2026.

Tinggalkan komentar