KOMPAS.com – Finlandia bertekad untuk tidak kehilangan peluang di bidang kecerdasan buatan (AI) setelah pengalaman pahit kehilangan Nokia, raksasa ponsel yang pernah menguasai pasar global. Negara ini khawatir akan tertinggal dalam gelombang teknologi besar AI seperti saat Nokia dikalahkan oleh iPhone dan Android dari AS.
Eropa, khususnya Finlandia, menyadari bahwa mereka perlu bersatu untuk menghadapi persaingan di ranah teknologi. Saat ini, Nokia yang dulunya menjadi simbol kekuatan teknologi Eropa kehilangan pamornya, dan tidak ada perusahaan Eropa lain yang terlihat mampu menandingi raksasa teknologi dari Amerika Serikat dan China.












Tinggalkan komentar