Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang bersama Dinas Kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan asap akibat kebakaran pabrik sandal.
Kebakaran terjadi di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, sejak Minggu, 21 Juni 2023, malam. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyatakan koordinasi lintas instansi dilakukan bersamaan dengan proses pemadaman untuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar.
Mahdiar menjelaskan, "Saat ini selain fokus pada proses pemadaman, kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan unsur kewilayahan untuk mengantisipasi dampak paparan asap terhadap masyarakat sekitar." Hal ini penting agar warga yang terdampak dapat segera ditangani apabila mengalami gangguan kesehatan.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.31 WIB di PT Murni Karetindo Lestari (King Stone), yang memproduksi alas kaki berupa sandal. Api menghanguskan area pabrik seluas kurang lebih 1.000 meter persegi.
Menyikapi laporan tersebut, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi. Sebanyak 95 personel diterjunkan bersama unsur Koramil, Dinas Kesehatan, dan relawan untuk menangani kebakaran tersebut.
Pemerintah Kota Tangerang juga mengerahkan 19 unit mobil pemadam kebakaran, satu kendaraan operasional Koramil, serta satu ambulans dari Dinas Kesehatan. Meski demikian, hingga Senin dini hari, petugas masih berupaya memadamkan api dan melakukan pendinginan agar kebakaran tidak kembali membesar.
Selain pemadaman, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk menambah pasokan air menggunakan armada tangki guna mendukung proses pemadaman.
Pemantauan kondisi kesehatan warga sekitar terus dilakukan untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat asap tebal yang ditimbulkan oleh kebakaran. Petugas juga memastikan api tidak merambat ke bangunan maupun kawasan permukiman di sekitar pabrik.
Mahdiar menekankan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama selama proses penanganan berlangsung. Pihaknya berharap upaya koordinasi dapat meminimalkan risiko kesehatan bagi warga.
Referensi sumber: suara.com. untuk menjamin informasi yang kami sajikan dari sumber terpercaya.












Tinggalkan komentar