Puluhan warga Banyuwangi mengikuti pelatihan membatik tulis motif bambu di Papring. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya serta membuka peluang ekonomi baru di daerah tersebut.
Pelatihan ini dihadiri oleh warga dari berbagai usia yang menunjukkan antusiasme tinggi. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan membatik, tetapi juga mengenalkan nilai budaya lokal yang berkaitan dengan kerajinan tangan.
Dari pelatihan ini, peserta dapat mengembangkan keterampilan dan potensi usaha baru. Keterampilan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pendapatan keluarga mereka.
Salah satu peserta, Darto, menyatakan, "Dengan mengikuti pelatihan ini, saya berharap dapat membuat produk batik yang berkualitas dan menjualnya ke pasar. Ini adalah kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga."
Pelatihan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi. Pihak dinas mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya untuk melestarikan seni batik serta mendorong kreativitas masyarakat.
Banyuwangi dikenal memiliki tradisi membatik yang kaya. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan generasi muda juga turut berperan dalam melestarikan seni batik yang merupakan warisan budaya Indonesia.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dan peserta akan mendapatkan bimbingan dari pengrajin batik berpengalaman. Selain membatik, peserta juga diajarkan cara memasarkan produk yang dihasilkan.
Inisiatif ini juga sejalan dengan program pemerintah daerah untuk meningkatkan ekonomi kreatif di Banyuwangi. Dengan potensi wisata yang ada, batik diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.
Dengan meningkatnya aktivitas pelatihan semacam ini, diharapkan masyarakat bisa lebih mandiri secara ekonomi dan berkontribusi pada pelestarian budaya lokal.
Referensi sumber: finance.detik.com. untuk menjamin informasi yang kami sajikan dari sumber terpercaya.












Tinggalkan komentar