Arda Guler mencatatkan total 11 tembakan dalam dua pertandingan Piala Dunia 2026 melawan Australia dan Paraguay, namun timnya, Turki, dipastikan gugur setelah mengalami dua kekalahan.
Dalam laga melawan Australia, Guler melepaskan tiga tembakan on target, tetapi tidak ada yang berujung gol. Pada pertandingan berikutnya, ia kembali menyumbang tiga tembakan saat berhadapan dengan Paraguay, namun semua tembakannya tidak tepat sasaran.
Dengan total 11 tembakan, Guler saat ini memimpin sebagai pemain dengan jumlah tembakan terbanyak di Piala Dunia 2026. Sayangnya, hasil tersebut tidak berkontribusi pada kemenangan tim, karena Turki kalah dari Australia dengan skor 0-2 dan dari Paraguay 0-1.
Akibat hasil tersebut, Turki terpaksa angkat koper dari ajang Piala Dunia 2026. Dengan demikian, pertandingan pamungkas melawan Amerika Serikat pada 26 Juni nanti tidak akan berpengaruh pada nasib tim di turnamen ini.
Guler, yang menjadi harapan tim, tidak mampu membalikkan keadaan dan harus menerima kenyataan pahit jelang laga terakhir. Meski berupaya keras, Turki tidak mampu meraih hasil positif dalam dua laga perdana yang sangat menentukan.
Dengan performa yang kurang menguntungkan ini, dukungan serta harapan pendukung Turki juga tampak berkurang. Meskipun Guler menunjukkan kemampuan individu yang baik, kolektivitas tim menjadi faktor yang mengakibatkan kegagalan dalam meraih hasil akhir.
Pelatih Turki, dan seluruh skuad, kini fokus mempersiapkan diri menjelang laga terakhir, berharap untuk meminimalisir kerugian dalam turnamen ini. Pertandingan dengan AS diharapkan bisa membangkitkan semangat tim meski tidak ada peluang untuk lolos dari fase grup.
Artikel informasi ini dari sumber: sport.detik.com. Sebelum diterbitkan, isinya sudah diperiksa dua kali oleh penulis dan editor kami agar informasinya dijamin benar.












Tinggalkan komentar