Tuduhan PDIP Terlibat dalam Demo Mahasiswa Dianggap Tidak Berdasar

Zeko Arabian

Juni 20, 2026

2
Min Read
Tuduhan PDIP Terlibat dalam Demo Mahasiswa Dianggap Tidak Berdasar
Tuduhan PDIP Terlibat dalam Demo Mahasiswa Dianggap Tidak Berdasar

Penyampaian aspirasi melalui demonstrasi oleh mahasiswa di Indonesia terus berlangsung, menyoroti masalah ekonomi dan kebijakan pemerintah. Tuntutan mencakup penghentian pemborosan anggaran negara dan penurunan harga kebutuhan pokok.

Sejumlah aksi demo berlangsung di berbagai kota, termasuk Jakarta. Sebagian tuntutan mahasiswa adalah penghentian program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Ada juga kekhawatiran bahwa aparat negara digunakan untuk menahan suara berseberangan dengan pemerintah.

Di tengah aksi tersebut, muncul tudingan bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terlibat dalam demo mahasiswa. Kecurigaan ini meningkat setelah Andi Widjajanto, tokoh senior PDIP, terpantau di lokasi demo di Bundaran HI, Jakarta, pada Jumat, 12 Juni.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu juga menuding Tiyo Ardianto, mantan Ketua BEM UGM, terkait dengan tim pemenangan Ganjar Pranowo. Juru Bicara BEM Bersatu, Ramhat Djimbula, menyatakan bahwa kendaraan Tiyo terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso.

Menyusul tudingan tersebut, PDIP segera membantah keterlibatannya. Politikus PDIP, Mohamad Guntur Romli, menegaskan bahwa partainya tidak memiliki kaitan dengan gerakan mahasiswa. Ia menyebut tuduhan itu tidak berdasar dan merendahkan gerakan independen mahasiswa.

Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, menegaskan bantahan serupa. Ia menyatakan bahwa tidak ada keterlibatan PDIP dalam gerakan mahasiswa, baik secara institusi maupun individu. Said meminta publik tidak menghubungkan kehadiran Andi Widjajanto dengan sikap resmi partai.

Yusak Farchan, pengamat politik, menilai spekulasi tentang PDIP di balik gerakan mahasiswa muncul karena posisi politik partai yang kini dianggap tidak jelas. PDIP belum menentukan sikap politiknya di pemerintahan Prabowo Subianto, yang bisa membuat partai tersebut terkesan memiliki standar ganda.

Yusak menambahkan PDIP adalah partai yang peka terhadap aspirasi mahasiswa. Ia menduga bahwa tanpa keterlibatan PDIP, gerakan mahasiswa tetap terpengaruh kepentingan politik dari pihak lain yang merasa dirugikan oleh kebijakan pemerintah.

Meski ada berbagai spekulasi, Yusak menekankan bahwa aksi mahasiswa tampaknya lebih merupakan reaksi terhadap permasalahan ekonomi yang ada, dan bukan sekadar propaganda politik. Menurutnya, desakan untuk perubahan besar dalam sistem politik sebenarnya telah selesai terjadi pada Reformasi 1998.

Slogan-slogan yang muncul dalam aksi mahasiswa, seperti #IndonesiaBangkrut, dipandang sebagai gema kepanikan pasar. Yusak menganggap bahasa yang lebih tepat untuk situasi saat ini adalah tekanan ekonomi global yang dihadapi Indonesia, bukan sekadar menyatakan Indonesia bangkrut.


Catatan sumber artikel

Artikel informasi ini dari sumber: suara.com. Sebelum diterbitkan, isinya sudah diperiksa dua kali oleh penulis dan editor kami agar informasinya dijamin benar.

Tinggalkan komentar