Qatar, yang merupakan juara Piala Asia pada edisi 2019 dan 2023, menghadapi kesulitan di Piala Dunia 2026. Mereka berada dalam posisi yang sulit setelah menjalani dua pertandingan awal di Grup B, dengan hasil imbang dan kekalahan telak.
Pada Piala Dunia 2022, Qatar, sebagai tuan rumah, masuk ke putaran final namun gagal meraih kemenangan. Mereka kalah tiga kali dari Ekuador, Senegal, dan Belanda. Dengan hasil ini, Qatar terpuruk di posisi keempat grup, mencetak satu gol dan kebobolan tujuh kali.
Di Piala Dunia 2026, Qatar memulai dengan hasil imbang melawan Swiss 1-1, tetapi kemudian kalah telak 0-6 dari Kanada. Mereka kini memiliki selisih gol yang sama dengan Piala Dunia sebelumnya, yaitu minus enam.
Setelah dua laga di Grup B, Qatar akan memainkan pertandingan penentuan melawan Bosnia pada 25 Juni. Saat ini, kedua tim hanya memiliki satu poin. Pertandingan tersebut sangat penting untuk peluang Qatar lolos ke fase berikutnya.
Jika Qatar kalah, mereka akan mencatatkan rekor buruk, yaitu tanpa kemenangan dalam dua edisi Piala Dunia yang diikuti. Media sosial ramai membahas situasi ini, dengan beberapa netizen menyebutkan Qatar terkena karma akibat mendapatkan tempat di Piala Dunia dengan gol yang dianggap 'hantu'.
Qatar sejauh ini memang tampil sebagai tim yang dominan di Asia, tetapi keberuntungan mereka sepertinya belum berpihak di pentas dunia. Mereka harus meningkatkan performa untuk menjawab ekspektasi yang ada.
Kritik terhadap performa timnas Qatar pun bermunculan, mengingat prestasi mereka di level Asia yang cukup mengesankan. Hal ini sepertinya menjadi faktor yang semakin memperberat tekanan bagi tim. Harapan masih ada, namun tantangan berat menanti.
Artikel informasi ini dari sumber: sport.detik.com. Sebelum diterbitkan, isinya sudah diperiksa dua kali oleh penulis dan editor kami agar informasinya dijamin benar.












Tinggalkan komentar