Sensus Ekonomi 2026 resmi digelar di seluruh Indonesia, melibatkan 251 ribu petugas untuk mendata berbagai sektor usaha, termasuk perdagangan, jasa, dan industri. Kegiatan ini berlangsung dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Pemerintah Kota Jakarta Barat telah menugaskan 1.648 petugas untuk wilayahnya. Petugas bertugas mendata tempat usaha, seperti yang terlihat di kawasan Tanah Sereal, Tambora, Jakarta.
Selama proses pendataan, petugas akan mengunjungi usaha secara langsung, dari pintu ke pintu, guna memastikan data yang akurat. Selain itu, mereka juga akan memperbarui data tentang karakteristik sosial ekonomi rumah tangga di area yang didata.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, Sensus Ekonomi merupakan kegiatan yang berlangsung setiap 10 tahun sekali. Ini menjadi dasar penting dalam memetakan kondisi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran demi pengembangan ekonomi di masa mendatang. Pelaksanaan sensus ini juga diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang berbagai aktivitas usaha di seluruh wilayah Indonesia.
Sensus Ekonomi 2026 bertujuan untuk menciptakan basis data yang mendalam guna mendukung rancangan kebijakan pemerintah. Data tersebut mencakup semua aspek ekonomi, termasuk ekonomi digital.
Sensus ini juga berperan penting dalam analisis struktur dan perkembangan ekonomi di Tanah Air. Dengan menjangkau seluruh sektor usaha, BPS berupaya memberikan gambaran yang komprehensif mengenai iklim usaha dan ekonomi di Indonesia.












Tinggalkan komentar