Mantan kiper Timnas Inggris, Joe Hart, khawatir karakteristik bola resmi Piala Dunia 2026 menyulitkan para penjaga gawang dalam mengantisipasi tembakan jarak jauh. Hal ini disampaikan Hart setelah melihat sejumlah gol yang tercipta di turnamen.
Hart menjelaskan bahwa gol pembuka Kylian Mbappe, yang membawa Prancis unggul atas Irak, menunjukkan pola kesulitan bagi kiper. Ahmed Basil, kiper Irak, gagal menangkap tembakan jarak jauh Mbappe yang tidak masuk tepat ke pojok gawang. Hart menyatakan, "Margin kesalahan di level ini sangat kecil."
Hart melanjutkan, "Namun di turnamen ini mereka sudah ancang-ancang dan melompat, tapi hasilnya tidak sesuai dengan apa yang rutin mereka lakukan setiap hari." Menurutnya, pola ini terlihat jelas di Piala Dunia 2026, di mana banyak kiper mengalami kesulitan meski sudah berada di posisi yang tepat.
Dia mencatat bahwa bolanya tidak memiliki banyak putaran, yang membuat kiper seperti Edouard Mendy dan Jordan Pickford juga terlihat kesulitan dalam mengatur waktu penyelamatan. "Begitu bola tidak memiliki banyak spin, rasanya bola sudah berada di depan mereka sebelum mereka sempat bereaksi," ujarnya.
Piala Dunia 2026 memperkenalkan bola resmi baru bernama Adidas Trionda, yang memiliki desain unik dengan hanya empat panel. Desain ini diklaim meningkatkan akurasi dan performa aerodinamika bola, hal ini adalah yang paling sedikit dalam sejarah bola resmi Piala Dunia FIFA.
Bola ini diperkenalkan pada Oktober 2025 dan menjadi subjek perdebatan setelah Hart mengungkapkan pandangannya. Ia menegaskan bahwa fenomena kesulitan tidak hanya dialami oleh kiper Irak, tetapi juga oleh kiper top lainnya di seluruh fase grup. Hart mencontohkan Luca Zidane saat menghadapi Lionel Messi.
Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari FIFA maupun Adidas mengenai komentar Hart. Kritiknya berpotensi memicu perdebatan baru terkait penggunaan Adidas Trionda jika kiper lainnya terus mengeluhkan karakteristik bola selama Piala Dunia 2026.












Tinggalkan komentar