NASA dan mitranya di Eropa telah mendeteksi penumpukan besar air hangat di Samudra Pasifik yang dapat menjadi sinyal kedatangan El Nino pada akhir tahun ini. Data dari satelit Sentinel-6 Michael Freilich menunjukkan hamparan luas air hangat hingga ratusan kilometer di lepas pantai Amerika Selatan.
El Nino dapat membawa dampak luas, termasuk curah hujan berlebihan di beberapa wilayah dan kekeringan di wilayah lainnya. Pergeseran iklim ini memengaruhi pertanian, transportasi, dan perekonomian global.
Sentinel-6 Michael Freilich diluncurkan pada 2020 oleh NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) untuk Program Copernicus Uni Eropa. Satelit ini mengukur ketinggian permukaan laut di seluruh samudra dunia setiap 10 hari dengan presisi tinggi.
Salah satu peran kunci satelit ini adalah memantau gelombang Kelvin, yang erat kaitannya dengan perkembangan El Nino. Gelombang Kelvin dimulai ketika pola angin di Pasifik ekuator barat berbalik arah, menyebabkan perairan tropis di Pasifik barat menghangat.
Setelah gelombang air hangat ini mengarah ke timur, suhu samudra di dekat pantai Amerika Selatan naik. Fenomena El Nino terbentuk setelah rentetan gelombang Kelvin ini terjadi dalam beberapa bulan, mengakibatkan penumpukan air hangat.












Tinggalkan komentar