BOGOR, KOMPAS.com – Pembelian oli mesin secara daring menawarkan harga yang menarik, tetapi menyimpan risiko bagi mesin kendaraan.
Para pemilik mobil sering kali tergoda oleh harga murah yang ditawarkan berbagai merek oli. Selisih harga tersebut bisa sangat besar dibandingkan dengan toko atau bengkel fisik.
Namun, iming-iming harga rendah ini datang dengan bahaya laten yang mungkin tidak disadari oleh konsumen. Beberapa ahli mendorong agar pemilik kendaraan lebih waspada saat membeli produk oli secara online.
Pasar online dikenal sebagai ladang subur bagi peredaran pelumas palsu. Produk-produk ini sering kali sulit dibedakan dari produk asli oleh mata awam.
Menurut para teknisi dan mekanik, penggunaan oli palsu dapat mengakibatkan kerusakan mesin yang serius. Mesin bisa mengalami overheat, dan komponen penting bisa aus lebih cepat dari yang seharusnya.
Seorang mekanik di Bogor, Andi, mengingatkan bahwa oli asli memiliki standar tertentu yang tidak dapat dipenuhi oleh oli palsu. 'Oli mesin yang tidak berkualitas dapat menyebabkan masalah yang tidak terlihat langsung,' ucap Andi.
Lebih lanjut, pemilik kendaraan disarankan untuk membeli dari sumber yang terpercaya, baik langsung di toko maupun melalui platform online yang memiliki reputasi baik.
Selain itu, penting untuk mengecek ulasan dari pembeli lain untuk memastikan kualitas produk yang akan dibeli. Banyak kasus konsumen yang mengeluhkan kualitas oli yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
Dengan semakin maraknya transaksi online, edukasi tentang bahaya membeli oli mesin secara daring juga perlu ditingkatkan. Konsumen sebaiknya lebih bijak dalam mengambil keputusan pembelian untuk mencegah kerugian yang lebih besar di masa depan.












Tinggalkan komentar