NASA akan meluncurkan misi ke orbit untuk menyelamatkan teleskop luar angkasa Neil Gehrels Swift Observatory yang hampir jatuh ke Bumi. Misi ini, bernama Swift Boost, direncanakan diluncurkan pada 27 Juni 2026.
Misi Swift Boost merupakan hasil kolaborasi antara NASA dan Katalyst Space. Misi ini melibatkan alat bernama Link, yang berfungsi sebagai derek luar angkasa untuk mengangkat observatorium Swift ke orbit yang lebih tinggi dan aman.
Pada 9 Juni, teknisi di Wallops Flight Facility milik NASA di Virginia, Amerika Serikat, selesai memasang Link di roket Northrop Grumman Pegasus XL. Selanjutnya, pada 12 Juni, roket tersebut dipasangkan ke kabin pesawat Northrop Grumman bernama Stargazer.
Pada 18 Juni, Stargazer meninggalkan fasilitas NASA menuju Atol Kwajalein di Samudera Pasifik Selatan untuk persiapan lepas landas pada 27 Juni. Stargazer akan membawa Pegasus XL ke ketinggian 40.000 kaki sebelum melepaskannya.
Setelah dilepaskan, roket akan jatuh bebas selama beberapa detik sebelum menyalakan mesinnya dan membawa Link ke luar angkasa dalam waktu 10 menit. Sesampainya di orbit Swift, Link akan melakukan docking dan sejumlah manuver untuk membawa teleskop tersebut ke orbit yang lebih tinggi.
NASA mengungkapkan bahwa biasanya satelit dan wahana antariksa lainnya kehilangan ketinggian di orbit seiring waktu. Namun, keadaan teleskop Swift lebih kritis karena kehilangan orbit lebih cepat dibandingkan satelit lain.
Hal ini disebabkan oleh tarikan atmosfer yang lebih besar dari yang diperkirakan akibat peningkatan aktivitas matahari. Tanpa mesin pendorong, NASA memutuskan untuk melakukan misi penyelamatan ini.












Tinggalkan komentar