Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah berhasil melakukan konsolidasi terhadap 258 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, melaporkan hal ini kepada Presiden Prabowo Subianto di kediamannya, Kertanegara, Jakarta, pada Minggu, 21 Juni kemarin.
Danantara menargetkan untuk melakukan konsolidasi lebih lanjut terhadap 300 BUMN dalam waktu dekat. Menurut Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah berhasil dikonsolidasikan.
Dalam unggahan resmi di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Teddy menyatakan target ini akan segera dilaksanakan.
Transformasi BUMN ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, dan mengurangi beban negara. Teddy menekankan pentingnya pengelolaan aset negara yang lebih baik untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara,” ujar Teddy.
Selain konsolidasi, pembahasan pertemuan dengan Presiden Prabowo juga mencakup sejumlah peluang ekonomi baru yang dapat didorong oleh Danantara. Peluang ini mencakup industri kreatif dan sektor pariwisata, termasuk event olahraga dan konser musik.
Teddy menambahkan, “Peluang pertumbuhan ekonomi baru yang dapat didorong oleh Danantara, termasuk penguatan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event olahraga, konser musik, hingga industri kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja.”
Melalui langkah-langkah tersebut, Danantara bertujuan untuk menarik investasi dan meningkatkan perputaran ekonomi nasional. Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi ekonomi BUMN di antara tantangan ekonomi global yang ada.












Tinggalkan komentar