Pemerintah melalui pengelola kawasan Gelora Bung Karno (GBK) berencana untuk mempekerjakan kembali karyawan Hotel Sultan yang terdampak eksekusi pada Kamis, 28 Juni 2026. Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menyatakan bahwa saat ini para pegawai eks hotel masih dalam tahap pendataan dan verifikasi.
Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua karyawan yang terdampak dapat dipilah berdasarkan status pekerjaan mereka, seperti pegawai tetap dan pegawai harian. "Sekarang sedang didata dan diverifikasi.
Ya tentu akan dipilah-pilah, kan ada pegawai tetap, ada pegawai harian," ujar Juri kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Juni 2026.
Juri menambahkan bahwa proses pemulihan karyawan ini sepenuhnya diserahkan kepada pihak pengelola GBK. Hingga saat ini, proses pengosongan hotel pasca eksekusi masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam waktu 30 hari sejak Kamis, 18 Juni 2026, sesuai dengan putusan pengadilan.
"Sedang proses, kan ada dikasih waktu oleh pengadilan selama 30 hari," ucap Juri. Ia juga belum bisa memberikan rincian lebih lanjut mengenai perencanaan pembangunan kawasan bekas Hotel Sultan ke depan, karena pemerintah berencana merombak desain kawasan GBK secara keseluruhan.
Chief Executive Officer BPI Danantara, Rosan Roeslani, sebelumnya menyampaikan bahwa kawasan bekas Hotel Sultan akan diubah menjadi ikon baru Indonesia.
"Rencananya itu akan dijadikan ikon baru di Indonesia, yang nanti akan diubah secara komprehensif, tidak hanya di daerah GBK ini tapi juga secara keseluruhan akan didesain ulang dari termasuk lapangan golf sampai juga dengan area GBK yang kurang lebih itu luasnya 200 hektar," kata Rosan
di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juni 2026.
Dalam prosesnya, ada kemungkinan bangunan hotel itu akan ikut dirobohkan, namun ia belum bisa memberi kepastian atau rincian lebih jauh terkait hal ini.
Yang jelas, pemerintah berencana untuk meningkatkan seluruh fasilitas yang ada di kawasan GBK. "Saya belum bisa mengatakan tapi rencana itu akan dijadikan satu kawasan baru ya. Eventually, iya gitu ya (dirobohkan)," ucap Rosan.
Dengan langkah ini, diharapkan kawasan GBK dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan menjadi salah satu destinasi unggulan di Indonesia.












Tinggalkan komentar