Meutya Hafid: Strategi Barukan untuk Memperkuat Ekonomi Digital Indonesia

Eniyati

Meutya Hafid: Strategi Barukan untuk Memperkuat Ekonomi Digital Indonesia
Meutya Hafid: Strategi Barukan untuk Memperkuat Ekonomi Digital Indonesia

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pentingnya memperkuat ekonomi digital Indonesia untuk menjaga nilai tambah agar tetap berada di dalam negeri. Ia menyatakan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai USD 99 miliar.

Menurutnya, angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai kontributor terbesar dalam perekonomian digital di kawasan ASEAN. Meutya menyampaikan hal ini saat membuka Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta.

Tecno Camon Slim Resmi Meluncur dengan Desain Ultra Tipis dan LED Kreatif

“Ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar USD 99 miliar pada 2025. Ini artinya sekitar sepertiga dari total ekonomi digital ASEAN,” kata Meutya. Meskipun nilai tinggi, ia mengingatkan bahwa angka tersebut tidak otomatis mencerminkan kekuatan nasional.

Meutya menjelaskan bahwa kekuatan ekonomi digital sejati akan tercapai jika nilai tambah dapat direfleksikan dalam pertumbuhan ekonomi dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Ia menyatakan, “Angka sendiri belum menjadi kekuatan.”

Caltech Bangun Deep Synoptic Array, Teleskop Radio 1.650 Antena di Nevada

Untuk itu, pemerintah mendorong strategi retensi nilai (value retention) agar manfaat ekonomi digital di Indonesia tidak seluruhnya mengalir ke luar negeri. Ia menekankan pentingnya pembagian manfaat yang lebih adil.

“Harus ada pembagian yang lebih adil. Jika ekonomi digital Indonesia besar tetapi pencatatan nilainya berada di kantor pusat platform-platform global di luar negeri, maka kita kehilangan potensi besar,” ungkapnya.

Menkomdigi juga mencatat kecenderungan Indonesia yang masih dominan sebagai pengguna teknologi digital, termasuk kecerdasan artifisial (AI), ketimbang sebagai pengembang teknologi. Ia menyampaikan perlunya penguatan dalam hal infrastruktur fisik dan virtual, serta platform digital.

“Kita tidak boleh hanya menjadi pengguna di lapisan paling atas. Kita harus memperkuat seluruh rantai nilai ekonomi digital agar manfaatnya tetap berada di Indonesia,” ujarnya.

Melalui forum DEAL 2026, pemerintah berupaya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dan membangun ekosistem digital nasional. Transformasi digital bukan hanya tentang angka besar, tetapi juga dampak nyata bagi masyarakat.

Meutya menekankan bahwa keberhasilan perlu dilihat dari bagaimana petani, nelayan, pelaku UMKM, dan generasi muda Indonesia merasakan manfaat dari perkembangan ini.

Tinggalkan komentar