GIAMM Ungkap Alasan Relokasi Pabrik Komponen Otomotif ke Vietnam

Mesti Musialah

[addtoany]

GIAMM Ungkap Alasan Relokasi Pabrik Komponen Otomotif ke Vietnam
GIAMM Ungkap Alasan Relokasi Pabrik Komponen Otomotif ke Vietnam

Wacana relokasi sebagian produksi industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam mencuat. Hal ini disebabkan pergeseran strategi produksi di pabrik-pabrik komponen di Jawa Timur dan kondisi geopolitik saat ini.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menyebutkan bahwa ada dua perusahaan besar di Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, berpotensi memindahkan sebagian lini produksinya ke Vietnam.

Kenaikan BI Rate 25 Basis Poin dan Dampaknya Terhadap Penjualan Mobil

Relokasi ini dianggap berisiko bagi ribuan pekerja, karena sejalan dengan perubahan arah industri otomotif global menuju kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Dengan semakin banyaknya perusahaan beralih ke teknologi EV, produksi konvensional mungkin berkurang.

Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) menilai bahwa situasi ini tidak terlepas dari dinamika rantai pasok global. Selain itu, kondisi pasar domestik dan daya saing investasi antarnegara juga berperan dalam keputusan ini.

Indomobil Emotor Sprinto R: Uji Coba Langka Sepeda Motor Listrik Ganas

Sekretaris Jenderal GIAMM, Rachmat Basuki, menjelaskan bahwa dua perusahaan yang akan relokasi adalah produsen wiring harness dari grup Yazaki yang memiliki fasilitas di Jawa Timur. Informasi ini menunjukkan pertumbuhan investasi luar negeri pada sektor otomotif di Vietnam.

Rachmat menegaskan pentingnya menjaga daya saing industri otomotif Indonesia agar tetap relevan di pasar global. Menurutnya, industri otomotif harus menghadapi tantangan perubahan teknologi agar tidak tertinggal.

Sementara itu, Said Iqbal menjelaskan bahwa pemerintah perlu mengambil langkah proaktif untuk melindungi pekerja yang terdampak relokasi ini. Hal ini berguna untuk memastikan lapangan kerja tetap ada dan tidak terganggu oleh dinamika pasar internasional.

Di tengah pergeseran industri, pemerintah Indonesia diharapkan dapat menciptakan kebijakan yang mendukung keberlangsungan dan daya saing sektor otomotif. Upaya dilakukan untuk menarik investasi agar tetap beroperasi di dalam negeri.

Risiko dan peluang yang dihadapi oleh industri otomotif Indonesia harus diatasi dengan strategi yang tepat. Langkah ini penting untuk memastikan industri tetap berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

[addtoany]

Tinggalkan komentar